Akhir bulan juni 2012 lalu PD PII
Pati telah sukses mengadakan kegiatan LKP (Latihan Kepemimpinan Pelajar)
bekerjasama dengan PW PII Jateng. Kegiatan ini berlokasi di SMP Negeri 1 Pati
pada tanggal 25 juni – 01 juli 2012 dengan jumlah peserta mencapai 48 dari , 34
anak mengikuti BATRA(Basic Training) dan 14 anak mengikuti INTRA(Intermediatte
Training).
LKP adalah kegiatan yang mempunyai
tujuan melatih kepemimpinan putra – putra calon penerus bangsa. Dalam kegiatan
ini, dibagi dua subkegiatan lagi, yaitu BATRA (Basic Training), jenjang
training pertama di PII yang biasanya diikiuti oleh kader – kader baru, dan
INTRA (Intermediatte Training), jenjang training yang diikuti oleh kader yang
pernah mengikuti BATRA.
Pada tengah bulan Ramadhan 1433 H, PD
PII Pati berhasil melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan for Kids yang dilaksanakan
di Masjid Al Hafidz, Sekar Kurung. Peserta kegiatan tersebut yang tak lain
adalah santri - santri TPQ Sekar Kurung
yang berjumlah 40 orang dari tingkat TK hingga SMP. Acara dimulai pada pukul
08.00, diawali oleh penyampaian materi dari Ketua umum PD PII Pati, Muhammad
Dika Nurkhafid. Pembicara lain yang sempat ikut mewarnai adalah Bapak Djuli
(Aktivis Islamic Centre), Gilang Lazuardi (Eks aktivis PD PII Pati), dan Ratih
Khoirunnisa (PW PII Jateng), dan Tim Panitia. Pada akh ir kegiatan ini diadakan
games dan buka bersama yang
ddisediakan oleh warga sekitar masjid.
CFC ( Cooking and Futsal
Competition) adalah event kompetisi
memasak dan futsal yang yang dirancang khusus
bagi Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia Se- Zona Timur Tengah,
meliputi Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Semarang, dan Kendal. CFC pertama kali
diadakan di Kudus, 27 -28 Oktober 2012 dihadiri oleh PD PII Kudus, Pati, Jepara,
Rembang, dan Semarang. Dalam event ini, PD PII Pati sendiri mengirimkan 8 anak,
terdiri dari 2 anak yang mengikuti lomba Cooking
dan 6 anak dalam lomba futsal. Pembukaan acara dilaksanakan pada hari Sabtu
malam kemudian dilanjutkan istirahat malam, sedangkan Kegiatan inti baru
dimulai pada hari Ahad,. Pada pukul 08.00 kegiatan perlombaan dimulai. Peserta akhwat melaksanakan lomba Cooking yang dilaksanakan di secretariat
PD PII Kudus sedangkan lomba Futsal dilaksanakan di lapangan futsal Kudus. Tim
futsal PD PII Pati berhasil meraih juara pertama. Kendati seperti itu, PD PII
Pati belum bisa membawa piala bergilir karena gagal menjadi juara umum setelah
Tim Memasak yang belum berhasil merebut juara.
Tanpa menafikan diri, bahwa kondisi kaderisasi PD PII Kabupaten Pati tidak stabil. Hal ini dikarenakan banyak faktor baik internal maupun faktor eksternal. Kurangnya profesionalisme dan kemampuan pengurus dalam melakukan kaderisasi yang efektif, efisien dan berterusan adalah faktor internal yang menghambat serta membuat kondisi ketidak stabilan tersebut, selain itu kesibukan pengurus dalam aktivitas studi dan pribadi juga berpengaruh dalam kondisi tersebut. Sedangkan banyak faktor-faktor eksternal yang bisa saja dengan tiba-tiba menghambat proses kaderisasi. Hal itu bisa kita lihat banyak sekolah-sekolah yang menerapkan sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari pukul 07.00 - 16.30 WIB di Kabupaten Pati. Sehingga untuk mengadakan kegiatan serta pengelolaan kader seakan-akan tidak ada waktu. Selain itu, image PD PII Kabupaten Pati di masyarakat yang kurang dikenal dan menarik.
Islamic Darussalam Student Association (IDSA) atau Perhimpunan Siswa Darussalam adalah Komisariat yang pada akhir Februari 2012 telah resmi dibentuk melalui FAM (First Annual Meeting) para pelajar-pelajar dan badan induk PD PII Kabupaten Pati. IDSA sendiri dibentuk dengan tujuan utama adalah sebagai penampung kegiatan yang berlandaskan kepada nilai-nilai ke-Islam-an, baik kegiatan penelitian, travel, olahraga dan lainnya yang diperuntukkan kepada para siswa 'kost-kostan' SMA Negeri 1 Pati yang sangat banyak jumlahnya. Selain itu, IDSA juga dibentuk untuk memberikan supply kader untuk PD PII Kabupaten Pati.
Terlepas dari itu semua, latar belakang dibentuknya Islamic Darussalam Student Association (IDSA) adalah karena siswa atau pelajar-pelajar yang kost adalah pelajar yang jauh dari pengawasan orang tua dan rentan. Dalam arti hidup mereka yang jauh dari orang tua adalah pilihan buat mereka menjadi pelajar berbagai tipe. Ada yang study orientated, anak gaul, faqih dan seterusnya. Selain itu karena mereka yang berasal dari luar kota adalah anak-anak yang mempunyai kemampuan lebih di bidangnya masing-masing. Sehingga butuh tempat penampung sebagai area atau wahana pengembangan keterampilan yang mereka miliki. Memang di sekolah sudah memberikan wahana namun sekali lagi yang diberikan adalah terbatas kepada apa-apa yang diaggap sistem sekolah itu baik dan sesuai dengan prinsip sekolah. Jika sekolah mempunyai suasana yang Sekular? Materalis?
Anggit Yudhistira siswa SMA Negeri 1 Pati terpilih sebagai Ketua Umum Komisariat Islamic Darussalam Student Association, serta beberapa siswa yang menduduki jabatan pelengkap yang terpilih pada 1st Annual Meeting. Pada dasarnya Komisariat ini bersifat Otonom dari PD PII Kabupaten Pati. Dimana PD PII Kabupaten Pati sebagai pengontrol kinerja dan hanya berhak menginterfensi beberapa bagian dari komisariat ini. Islamic Darussalam Student Association sendiri mempunyai beberapa komunitas diantaranya adalah Community of Science Multimedia for Information and Communication(COSMIC) dan Islamic Medical Club (I-Medic).
PROFIL KOMISARIAT
Nama : Islamic Darussalam Student Association (IDSA)
Berdiri : 23 Februari 2012 (berdasarkan SK PD PII Kabupaten Pati)
Ketua Umum : Anggit Yudhistira
Blog : i-darussalam,blogspot.com
Alamat : Wisma Malaysia Darussalam Jl. Taman Makam Pahlawan Gg.2 No. 109 Pati 59113
Mohammad Fajar memberi sambutan pada
pembukaan KONDA XXVII sebagai Ketua OC
Pati, 3-4 Maret 2012 - Dengan penuh suasana kesederhanaan Konferensi Daerah ke-28 Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Pati dilaksanakan di International Islamic High School of Ittihadul Muwahiddin. Pada Konferensi Daerah kali ini, Steering Committee mengemukakan sebuah tema yaitu "Begin With The End In Mind" yang dimaknai sebagai perjuangan tiada akhir. Sebagaimana kata-kata slogan yang sering digunakan di PII yaitu Never Ending Movement kami sedikit menengok kebelakang bahwa untuk bergerak tanpa akhir maka harus mengetahui bahwa The End is Just in Mind sehingga pada dasarnya meskipun pada Konferensi Daerah ini periode 2011-2012 yang dipimpin oleh saudara Fatchul Wachid Bin Mohammad Shahril Haerun seorang berkebangsaan Malaysia sudah berakhir masa kepengurusannya dan digantikan oleh Ketua Umum terpilih untuk periode 2012-2013 yaitu Mohammad Dika Nurhafid, bukan berarti pergerakan PII telah berakhir tetapi justru adalah awal untuk melakukan suatu pergerakan yang memberikan manfaat bagi umat Islam.
"Sungguh perasaan yang luar biasa karena bisa menghadiri Konda ke-2 kalinya, pada tahun lalu dan tahun ini sebagai Steering Committe. Pesan saya kepada pengurus periode berikutnya adalah tingkatkan ukhuwwah melalui diskusi, koordinasi dan komunikasi antar pengurus, antar eselon dan seterusnya. Serta apa-apa program kerja yang telah dibina, diciptakan dan terlaksana pada periode 2011-2012 kami harapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Kajian-kajian Islam senantiasa dijaga karena apabila personalia mempunyai landasan aqidah yang salaf, inshaAllah pada perjalanannya akan mudah dan diredhai Allah." Kata Ketua Umum Periode 2011-2012 Fatchul Wachid Mohammad Shahril
Konferensi Daerah yang bertepatan dengan 88 tahun runtuhnya Kekhalifahan Turki Uthmaniyyah ini memberikan makna tersendiri buat kami. Bahwa melihat sejarah umat Islam yang begitu gemilang, maka suatu kewajiban bagi setiap individu muslim untuk memperjuangkan umat Islam menuju kearah Izzul Islam Wal Muslimin.
"Perlu diketahui juga bahwa kita patut bersyukur kepada Allah azza wa jalla yang telah memberikan rahmat dan nikmat kepad PD PII Kabupaten Pati karen sudah berhasil melaksanakan Konferda sebab Konferda itu adalah indikator yang menunjukkan adanya mata rantai atau penerusan generasi kepada generasi berikutnya. Karena sangat banyak organisasi baik Pengurus Daerah lain dan organiasi lain yang tidak bisa melakukan Konferda seperti ini, itu menunjukkan bahwa organisasi tersebut gagal dalam melakukan proses kaderisasi." Kata Kanda Didik pada pembukaan Konferensi Daerah ke-28
Dengan ciri khas PD PII Kabupaten Pati yaitu setiap pembukaan dan penutupan acara ditiadakan penyanyian lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Pelajar Islam Indonesia (PII) selalu terlaksana. Laporan pertanggung jawaban yang disampaikan oleh Ketua Umum PD PII Kabupaten Pati saudara Fat pada akhirnya diterima oleh peserta sidang dengan syarat melengkapi lampiran laporan keuangan PD PII Kabupaten Pati periode 2011-2012. Prosedur pemilihan yang tidak menggunakan prosedur suara terbanyak semoga tetap terjaga di PD PII Kabupaten Pati.
Selain pembahasan yang biasanya dibahas dalam Konferensi Daerah, ada hal yang menarik yaitu pengenalan adanya Komisariat PD PII Kabupaten Pati yang bernama Islamic Darussalam Student Association yang diharapkan dapat menyuplai kader-kader pelajar Muslim yang salim aqidahnya, karimah akhlaknya, faqih pandangannya, dan cendekia akalnya. Semoga pada periode 2012-2013 yang dipimpin oleh Mohammad Dika Nurhafid, PD PII Kabupaten Pati dapat lebih baik dan lebih bermanfaat bagi umat Islam.
Semuanya berawal dari Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah yang diadakan pada tangga 31 Juli - 1 Agustus 2011 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Pati, Pati. Dalam pembagian agenda wilayah kepada Pengurus Daerah memang sempat terjadi diskusi yang sengit antara PD PII Kota Surakarta dan PD PII Jepara dan akhirnya Pengurus Wilayah mengambil keputusan yang bersifatkan penengahan antara kedua belah pihak, yaitu bahwa paket training Latihan Kepemimpinan Pelajar (LKP) bulan desember dibagi menjadi dua tempat dan waktu yang berbeda, Surakarta dan Jepara. Disinilah PD PII Kabupaten Pati juga sedikit kebingungan ketika harus menentukan akan mengirim ke LKP Surakarta atau LKP Jepara, bahkan ada sedikit interfensi dari PD PII lain yang menyuarakan agar semua PD mengirimkan kadernya ke LKP Jepara berbanding LKP Surakarta. Kami akhirnya pun membagi kader-kader untuk mengikuti LKP di dua tempat dengan memperhatikan kondisi yang sedang berlaku.
LKP Surakarta dimulai agak awal ketimbang LKP Jepara, yaitu pada tanggal 21 - 28 Desember 2011 yang bertempat di SMA Al-Islam 01 Surakarta. LKP Surakarta sendiri menawarkan 3 (tiga) jenis training :
1. LBT/BATRA
2. LIT/INTRA
3. TNKM
PD PII Kabupaten Pati memutuskan mengirimkan 3 (tiga) orang untuk mengikuti Leadership Intermediate Training (LIT/INTRA) antaralain Faza Nurfitri Aulia, Wariyanti dan Ratih Khoirunnisa dan 1 (satu) orang untuk mengikuti Leadership Basic Training (LBT/BATRA) yaitu Fatchul Wachid Mohammad Sahril. Pada pembukaan LKP Surakarta sempat dihadiri oleh pelajar-pelajar Malaysia yang berada di kota Solo. Pada permulaan LKP Surakarta memang sedikit ditemukan problem yang timbul dari ketidakpengertian antara panitia, instruktur lokal serta para peserta yaitu masalah penyitaan handphone yang dilakukan instruktur kepada peserta BATRA yang pada dasarnya semua itu dilakukan untuk kelancaran acara LKP Surakarta sendiri. Para peserta BATRA bisa dikatakan iri dengan para peserta INTRA yang handphonenya tidak disita oleh instruktur lokal. Namun kondisi tersebut pada akhirnya dapat dikendalikan dengan baik, meskipun ada setidaknya 2 (dua) peserta BATRA yang kabur dari kegiatan LKP Surakarta. Namun bagi penulis sendiri kegiatan LKP Surakarta adalah sesuatu yang luar biasa, disebalik kekurangan yang ada pada panitia dan semua instruktur, namun LKP ini dapat dilaksanakan dengan lancar. Alhamdulillah.
Berbeda dengan LKP Surakarta, LKP Jepara diadakan pada tanggal 24 - 31 Desember 2011 di SDIT Sultan Agung 05 Jepara. LKP Jepara menawarkan 2 (dua) jenis paket training antara lain :
1. LBT/BATRA
2. LBTD
Pada LKP Jepara ini, PD PII Kabupaten Pati mengirimkan 4 (empat) orang kader untuk menyertai kegiatan tersebut, dua orang mengikuti LBTD (Mohd. Fajar dan Nuhi Risydan Al Anshory) serta dua orang mengikuti BATRA (Norma Risydan Al Anshory dan Atin Chusniyah).
Dalam jumlah peserta kebanyakan pengurus daerah mengirimkan kadernya ke Jepara ketimbang Surakarta memang disertai beberapa alasan. Yang unik dari LKP Jepara ini sendiri adalah kebersamaan PD PII Zona timur dalam membantu PD PII Jepara dalam melaksanakan LKP tersebut. MasyaAllah. semoga ukhuwwah tetap dan senantiasa terjaga.
Memang segala sesuatu tidak lepas dari kesilapan baik yang disengaja maupun tidak disengaja oleh peserta, instruktur maupun panitia. Namun yang perlu digarisbawahi adalah LKP desember ini diharapkan dapat meningkatkan kekuatan kader Pelajar Islam Indonesia sehingga cita-cita, visi dan misi Pelajar Islam Indonesia (PII) dapat dicapai. Amin.
Untuk Latihan Kepemimpinan Pelajar (LKP) selanjutnya akan diadakan di Pati inshaAlllah pada bulan Juni 2012 nanti. untuk info lebih lanjut kunjungi situs PD PII Kabupaten Pati di http://piipati.blogspot.com atau http://lkppati.blogspot.com
Pati, 18 Agustus 2011, Waktu berbuka ialah salah satu kegembiraan yang dijanjikan dalam hadis Rasulullah SAW bagi mereka yang berpuasa. Selain itu, Rasulullah SAW juga ada bersabda bahawa mereka yang memberi makan orang yang berpuasa akan memperoleh kadar pahala yang sama tidak kurang walau sedikit pun.
Oleh sebab itu, Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Pati turut tidak melepaskan peluang pada bulan mulia ini dengan menganjurkan majlis Iftar Jamaie. Selain untuk merebut ganjaran yang dijanjikan, majlis ini turut bertujuan untuk merapatkan ukhwah antara para ahli Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Pati di sini. Seramai lebih daripada 19 orang pelajar telah menghadiri majlis ini yang bertempat di Rumah salah satu ahli.
Majlis ini dikendalikan oleh saudara Nuhi Risydan Al Anshoree dan bermula dengan berbuka ringan serta solat maghrib berjemaah. Kemudian, berbuka dengan makanan besar dan dilajutkan sholat isya'. Sesi taaruf ringkas diadakan Majlis diakhiri dengan monitoring kinerja pengurus yang disampaikan oleh Saudari Zuly selaku Fasilitator Daerah PD PII Kabupaten Pati yang berasal daripada Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah dan Erna Suryandari sebagai senior.
Dalam monitoring itu, beliau telah mengajak tetamu agar mengimbau kembali semangat perjuangan masa-masa puasa ini. Beliau turut membangkitkan persoalan kaitan antara kinerja daripada masing.
Beliau menjelaskan bahwa program kerja yang sudah disusun sedemikian rupa harus diupayakan pelaksanaannya yaitu melalui peningkatan komunikasi atau koordinasi yang baik, udan perjuangan itu mpama sebuah kilang yang melahirkan suatu generasi harapan yang teguh imannya.
Bulan Ramadan pula ialah madrasah untuk membina ketaqwaan dan ibadat yang dilaksanakan pada bulan ini umpama satu latihan bagi membiasakan diri agar dapat dilakukan pada bulan-bulan seterusnya.
Majlis ini berakhir iaitu kira-kira pada pukul 10.15 malam.
Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Sumatera Utara Periode 2009-2011 pada tanggal 10 Agustus 2011 kemarin bersilaturahmi ke Pimpinan Harian Waspada bertempat di Gedung Bumi Warta Waspada Jl. Brigjend. Katamso No.01 Medan.
PW PII Sumatera Utara yang terdiri dari Aidi Sasmita (Ketua Umum), Ahaddin Arhamda Sibarani (Sekretaris Umum), Sofian (Kabid. PPO yang juga Ketua OC KONWIL 26), M. Harwansyah Putra Sinaga (Dept. PPO), dan Zulfahmi Abdillah (LKMIK) diterima Humas Harian Waspada Bapak H. Erwan Effendi.
Ketua Umum PW PII Sumatera Utara, Aidi Sasmita dalam pemaparannya kepada Pimpinan Harian Waspada bahwa maksud kedatangan PW PII Sumatera Utara adalah untuk mempererat tali silaturahmi yang sudah terjalin baik selama ini.
"PW PII Sumatera Utara berkunjung untuk mempererat tali silaturahmi dengan Harian Waspada yang merupakan corong media ummat Islam". Ungkapnya.
Dalam hal ini beliau juga memaparkan beberapa agenda organisasi ke depan diantaranya pergelaran Konferensi Wilayah (KONWIL) XXVI Pelajar Islam Indonesia (PII) Sumatera Utara, dan kerjasama jurnalistik.
Humas Harian Waspada, Bapak H. Erwan Efendi mengungkapkan rasa gembira dan ucapan selamat datang kepada Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Sumatera Utara pada bulan yang mulia ini sudi bersilaturahmi dengan Waspada seraya mengucapkan atas pelaksanan Konferensi Wilayah PII Sumatera Utara.
"Harian Waspada mengucapkan selamat atas penyelenggaraan Konferensi Wilayah ke-26 Pelajar Islam Indonesia (PII) Sumatera Utara pada tanggal 19-21 Agustus yang akan datang di Binjai." Ucap Bapak H. Erwan Effendi.
Selanjutnya, beliau mengungkapkan bahwa Harian Waspada dapat bersinergi dengan PW PII Sumatera Utara terkhusus dalam persoalan agenda keummatan, pembinaan generasi muda Islam terutama di bidang jurnalistik. Sehingga ke depannya Waspada dan PW PII Sumatera Utara dapat lebih meningkatkan kerjasamanya di berbagai bidang.
Pati, 30 Juli - 2 Agustus 2011; Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Pati dan Yayasan An-Najah Hidayatullah Kabupaten Pati. Dengan tema "Satukan Visi, PII beraksi!".
"Sudah saatnya kita menyatukan hati, pikiran dan langkah untuk mewujudkan izzul Islam wal Muslimin dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan diredhai Allah azza wa jalla." Kata Fatchul Wachid selaku Ketua Umum PD PII Pati.
Tujuan RAPIMWIL 2011 ini sendiri antara lain memecahkan permasalahan dalam organisasi; sosialisasi kebijakan organisasi; sosialisasi program kerja; pengawasan terhadap kinerja setingkat dibawahnya; tenderisasi kegiatan-kegiatan wilayah serta perumusan implementatif pergerakan PII kedepan.
Memang sangat diharakan bahwa PII sebagai organisasi pergerakan pelajar Islam yang mempunyai potensi untuk mengawal masyarakat untuk kembali dan istiqomah terhadap kehidupan yang berorientasikan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Nilai ke-Universalan PII yang tertuang dalam Falsafah Gerak PII, memberikan modal yang positif bagi PII untuk bisa terus eksis ditengah masyarakat, tentunya eksis dalam arti sebenarnya dengan kerja-kerja nyata yang member efek perubahan pada masyarakat. Disorientasi yang terjadi pada masyarakat akibat lemahnya akses pendidikan yang didapat –untuk kalangan miskin- dan akibat dari pendidikan yang tidak berdasarkan nilai kemanusiaan, menjadi PR PII untuk lebih bekerja lebih keras
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS.At Taubah (9):105)
Beikut adalah Informasi mengenai RAPAT PIMPINAN WILAYAH (RAPIMWIL) 2011 :
Waktu dan Tempat
Hari / Tanggal : Sabtu-senin, 30 Juli-1 Agustus 2011
Waktu : 18.00 – selesai
Acara : Rapat Pimpinan Wilayah (RPW I)
Tempat : Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Pati
: Jl. P.Sudirman No.1B Pati 59113
Peserta Kegiatan
Peserta kegiatan ini terdiri dari :
:: Peserta utama kegiatan inti Rapat Pleno Wilayah terdiri dari Pengurus Wilayah PII Jateng, dan Pengurus Daerah
:: Peserta untuk Kegiatan umum,Pengurus Komisariat PII, Eks Aktivis PII, Pelajar Umum, dan Ormas lain
Syarat Kepesertaan
Untuk Peserta Inti Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) harus memenuhi prasyaratan sebagai berikut:
1.Perwakilan maksimal 5 orang (Badan Otonom include didalamnya)
2.Pimpinan Pengurus Daerah (BPH) atau dewan formatur bagi daerah yang belum dilantik.
3.Membawa Laporan Kondisi Daerah secara tertulis, dengan sistematika:
a.Pendahuluan
b.Isi:
Kondisi Eksternal
Kondisi Internal (Kondisi Struktur, Kondisi Personalia dan Anggota, Kondisi financial lembaga)
c.Penutup
I.Tujuan Kegiatan
Tujuan kegiatan ini adalah sebagai berikut :
-Memecahkan masalah-masalah organisasi
-Sosialisasi kebijakan organisasi
-Sosialisasi proker dan pelaksanaannya
-Pengawasan terhadap kinerja instansi setingkat dibawahnya
- Tenderisasi Kegiatan-Kegiatan Wilayah
| ROUTE MENUJU SKB KABUPATEN PATI | A. Dari Arah Semarang : Dari Terminal Bus Terboyo Kota Semarang naik bus jurusan Surabaya atau jurusan Lasem (Rembang) kemudian turun di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Pati atau Hutan Kota Pati (Letak SKB di depanHutan Kota atau samping SMAN 3 Pati/Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pati).
B. Dari Arah Surabaya : Ketika sampai di Terminal Kota Pati dihimbau untuk tidak turun namun tetap di bus untuk melajutkan perjalanan ke arah kota Kuduskemudian turun di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Pati atau Hutan Kota Pati (Letak SKB di depanHutan Kota atau samping SMAN 3 Pati/Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pati).
Bali; Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Bali melaksanakan leadership Advance Training (LIT) sejak 01 juli hingga 07 Juli di SD Muhammadiyah 3 Denpasar, Bali. Acara ini juga dipaketkan dengan Pendidikan Instruktur (PI) yang rencananya dimulai dari 08 hingga 10 Juli. Acara ini diawali dengan seminar pendidikan yang diadakan di Denpasar.
Peserta yang terdiri dari sepuluh (10) orang berasal dari empat (4) wilayah yaitu Sumatera Selatan, Banten, Jawa Timur dan Bali. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas para pengurus PII di wilayah masing-masing. selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kuantitas instruktur PII yang nantnya dapat mengisi training-training PII.
Ketua Umum PII Bali, angga Abimanyu mengatakan training ini adalah LAT pertama yang diadakan PII Bali, setidaknya pasca PII eksis kembali pasca Orde Baru. Sebelumnya, PII bali memiliki basis gerakan yang kuat di kawasan seribu pura ini.
Surakarta, 8-9 Juli 2011, Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Pati mengirimkan 3 (tiga) orang yaitu Fatchul Wachid (Ketua Umum), Umbaran (Staff Bidang Intelijen) dan Ardy Kurniawan Wijaya (Staff Bidang Intelijen) sebagai peninjau dalam Konferensi Daerah Luar Biasa PD PII Surakarta di Kampung Batik Laweyan, Surakarta.
Jika dilihat dari segi historis PII, Surakarta merupakan tempat bersejarah bagi masa pergerakan serta kebangkitan PII di Indonesia. Karena pada awal pembentukan PII banyak organisasi kepelajaran di Surakarta yang dileburkan ke dalam GPII. Surakarta juga mempunyai berbagai potensi baik potensi materiil, personil maupun prinsipil, sehingga kalimat "Luar Biasa" patut diberikan kepada PD PII Surakarta.
Namun pada kenyataanya, PD PII Kota Surakarta justru belum nampak keeksistensiannya mengawal masyarakat untuk mewujudkan Izzul Islam wal Muslimin. Diakibatkan sudah mulai tidak kennalnya pelajar kepada PII, sudah tidak gesitnya PII di Surakarta merupakan perkara yang musti di benahi.
Tidak hanya "Luar Biasa" pada potensi kota Surakarta tetapi "Luar Biasa" juga Konferensi Daerah Luar Biasa PD PII Kota Surakarta dikarenakan memang sudah fakum atau tidak ada kepengurusan atau tidak ada pergantian kepengurusan.
Dalam KONDA Luar Biasa PD PII Surakarta ini bisa dibilang agak 'aneh' dibanding dengan proses KONDA secara formal, meskipun pada dasarnya tidak begitu jauh berbeda. Sehingga kami perlu menyesuaikan diri agar KONDA berjalan dengan baik. Karena mayoritas kader PD PII Surakarta yang masih tergolong baru, memang dalam melakukan persidangan diakui banyak kekurangan sehingga peran peninjau sangat diperlukan untuk menilai jalannya persidangan.
Dalam KONDA Luar Biasa tersebut PD PII Surakarta melalui prose musyawarah syar'i bersama-sama mengangkat Muhammad Dzar sebagai Ketua Umum PD PII Kota Surakarta periode 2011-2012.
Kudus, 3 Juli 2011; Sebuah aktifitas yang bisa dibilang 'brilliant' yang diadakan oleh Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Kudus ini dinamakan KING GEDOR (Hiking dan Game Outdoor) dan dari Pengurus Daerah Kabupaten Pati sendiri mengirimkan delegasinya sebanyak 3 (orang) akhwat untuk mengikuti acara tersebut yaitu Faza Nurfitri Aulia (Ketua Bidang Kemuslimahan) dan Erna Suryandari (Bendahara Umum) serta Ridha Arizki (Staff Bidang Kemuslimahan). Selain PD PII Pati, Jepara dan Rembang juga mengirimkan delegasinya untuk mengikuti acara heboh tersebut.
Sragen, 24-30 Juni 2011; LKP (Latihan Kepemimpinan Pelajar) merupakan kegiatan yang tidak akan dilupakan oleh pesertanya, karena memang sungguh sangat berkesan. Selama 1 (satu) pekan meninggalkan rutinitas liburan kenaikan kelas hanya untuk mengikuti LKP. Pada LKP Sragen 2011 ini paket training yang ditawarkan adalah BATRA (Basic Training), INTRA (Intermediate Training), LBTD (Latihan Brigade Tingkat Dasar) dan PMO. Setidaknya 100 orang peserta dari seluruh Jawa Tengah mengikuti acara tersebut.
Satu pekan memang terasa panjang, namun pada kenyataannya banyak yang ingin mengulang masa-masa LKP. Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Pati sendiri mengirim 9 (delapan) orang untuk mengikuti LKP tersebut, dengan rincian 2 (dua) orang INTRA : Erna Suryandari dan Mohammad Nurhafid dan 7 (enam) orang BATRA : Fikri Azmi, Mohammad Fajar, Ardy Kurniawan, Umbaran, Nukhi, Faza Nurfitri Aulia, dan Ariyanti.
Sekretariat, 19 Juni 2011; Sebagai follow up kegiatan sebelumnya yaitu Leadership Youth Camp 2011 PD PII Pati mengadakan NOT BAD atau Nonton Bareng dan Bedah Film "?" karya Hanung B. sebagai upaya perekatan ukhuwwah kembali antar peserta LYC2011 tersebut. Perlu diketahui bersama bahwa film yang satu ini merupakan film yang mengundang kontrofersial dimana banyak kalangan ulama' dan aktifis pergerakan dakwah Islam yang menyatakan bahwa film ini adalah SESAT.
Ustaz Mustaqim selaku pengisi NOT BAD menyatakan banyak hal tentang film ini yaitu menyatakan bahwa Film "?" yang disutradarai Hanung Bramantyo penuh dengan fitnah, kebencian dan merendahkan martabat Islam dan umat Islam. Film tersebut betul betul penuh dengan ajaran sesat pluralisme yang menjadi saudara kandung atheisme dan kemusyrikan.
Pertama, ketika pembukaan sudah menampilkan adegan penusukan terhadap pendeta, kemudian bagian akhir pengeboman terhadap Gereja. Jelas secara tersirat dan tersurat, sang sutradara menuduh pelakunya orang yang beragama Islam dan umat Islam identik dengan kekerasan dan teroris.
Kedua, menjadi murtad yang dilakukan oleh Endhita (Rika) adalah suatu pilihan hidup. Kalau semula kedua orangtua dan anaknya menentangnya, akhirnya mereka setuju. Padahal dalam Islam murtad adalah suatu perkara yang besar dimana hukumannya adalah qishash (hukuman mati), sama dengan zina yang dirajam.
Ketiga, muslimah berjilbab, Menuk (Revalina S Temat) yang merasa nyaman bekerja di restoran Cina milik Tan Kat Sun (Hengki Sulaiman) yang ada masakan babinya. Sang sutradara ingin menggambarkan seolah-olah babi itu halal. Terbukti pada bulan puasa sepi, berarti restoran itu para pelanggannya umat Islam.
Keempat, seorang takmir masjid yang diperankan Surya (Agus Kuncoro) setelah dibujuk si murtadin Menuk, akhirnya bersedia berperan sebagai Yesus di Gereja pada perayaan Paskah. Apalagi itu dijalaninya setelah dia berkonsultasi dengan ustad muda yang berfikiran sesat menyesatkan pluralisme (Mungkin sesuai dengan hidupnya) yang diperankan David Chalik.
Namun anehnya, setelah berperan menjadi Yesus demi mengejar bayaran tinggi, langsung membaca Surat Al Ikhlas di Masjid. Padahal Surat Al Ikhlas dengan tegas menolak konsep Allah mempunyai anak dan mengajarkan Tauhid. Apa sang sutradara ini kurang waras?
Kelima, tampaknya betul betul memang sudah gila, masak pada hari raya Idul Fitri yang penuh dengan silaturahmi dan maaf memaafkan, umat Islam melakukan penyerbuan dengan tindakan anarkhis terhadap restoran Cina yang tetap buka sehari setelah Lebaran. Bahkan sebagai akibat dari penyerbuan itu, akhirnya si pemilik Tan Kat Sun meninggal dunia.
Setelah itu anaknya Ping Hen (Rio Dewanto) sadar dan masuk Islam demi menikahi Menuk setelah menjadi janda karena ditinggal mati suaminya Soleh (Reza Rahadian), seorang Banser yang tewas terkena bom setelah menjaga Gereja pada hari Natal. Jadi orang menjadi muslim niatnya untuk menikahi gadis cantik. Sebagaimana sang sutradara yang berfaham Sepilis dengan kejam menceraikan istri yang telah melahirkan satu anak demi untuk menikahi gadis cantik yang jadi pesinetron. Film ini seolah olah menggambarkan kehidupannya sendiri ya ?
Keenam, si murtadin Endhita minta cerai gara-gara suaminya poligami. Karena dendam, kemudian dia menjadi murtad. Sepertinya sang sutradara ingin mengajak penonton agar membenci poligami dan membolehkan murtad. Padahal Islam membolehkan poligami dan dibatasi hingga empat istri dan melarang dengan keras murtad dengan ancaman hukuman qishash.
Seandainya sang sutradara setuju dengan poligami dengan menikahi si pesinetron itu, mungkin dia tidak perlu menceraikan istri dan menelantarkan anaknya sendiri sehingga tanpa kasih sayang seorang ayah kandung dan dengan masa depan yang suram. Kasihan benar anak dan mantan istrinya, korban dari seorang ayah yang kejam penganut faham pluralisme dan anti poligami.
Ketujuh, Sang sutradara betul betul menghina Allah SWT dengan bacaan Asmaul Husna di Gereja dan dibacakan seorang pendeta (Deddy Sutomo) dengan nada sinis dan melecehkan. Masya' Allah !
Kedelapan, memfitnah Islam sebagai agama penindas dan umat Islam sebagai umat yang kejam dan anti toleransi terhadap umat lain terutama Kristen dan Cina. Padahal sesungguhnya meski mayoritas mutlak, umat Islam Indonesia dalam kondisi tertindas oleh Kristen dan Katolik serta China yang menguasai politik, ekonomi dan media massa.
Hanung betul betul buta, tidak melihat kondisi umat Islam di negara lain yang minoritas seperti Filipina Selatan, Thailand Selatan, Myanmar, India, Cina, Asia Tengah, bahkan Eropa dan AS. Mereka sekarang dalam kondisi tertindas oleh mayoritas Kristen dan Katolik, Hindu, Budha dan Komunis. Jadi fikirannya benar-benar subyektif dan dipenuhi dengan hati penuh dendam terhadap umat Islam.
Kesembilan, film ini mengajarkan kemusyrikan dimana semua agama itu pada hakekatnya sama untuk menuju tuhan yang sama. Kalau semua agama itu sama, maka orang tidak perlu beragama. Jadi film "?" ini dengan sangat jelas mengajarkan faham atheisme dan komunisme.
Terakhir, bertobatlah segera sebelum azab Allah SWT menimpa anda, wahai sang sutradara, karena hidup di dunia ini hanya sementara dan tidak abadi. Belajarlah kembali mengenai Islam yang benar sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah, bukan Islam yang diambil dari kaum Orientalis Barat dan para sineas berfaham sepilis yang sudah sangat jelas memusuhi Islam dan umat Islam.
Alugoro, 11-12 Juni 2011; Leadership Youth Camp 2011 yang telah berlangsung dengan lancar di Kompleks Markas Batalyon Infenteri (Yonif) 410/Alugoro memberikan gebrakan dahsyat bagi jiwa kepemimpinan dan muslim yang sehat di kalangan para peserta. Peserta yang berasal sebagian besar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta Madrasah Aliyah (MA) dari seluruh penjuru Kabupaten Pati serta banyak utusan dari luar kota (Jepara, Rembang) ini sangat antusias mengikuti kegiatan ini dengan baik dan aktif.
Leadership Youth Camp kali ini dikemas dalam tampilan yang hebat, dengan bertemakan "You are The Next Leader!" di mana kami menyadari bahwa sangat diperukannya gebrakan pada masing-masing individu pelajar Muslim bahwa mereka adalah pemimpin masa hadapan, yang membawa misi besar meraih izzul islam wal muslimin. Selain itu Leadership Youth Camp (LYC) 2011 ini kami adakan untuk melakukan refreshing pelajar Muslim selepas ujian kenaikan kelas.
Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 60 peserta dari Zona Timur Jawa Tengah ini diharapkan mambawa impak positif terhadap perkembangan jiwa kepemimpinan dan rasa bangga terhadap Islam dengan memberikan aktifitas-aktifitas yang menantang dan menyenangkan seperti; Jalinan Ukhuwwah, "Do You Know?", Seminar, Kajian, Disiplin Kehidupan Islam, Islamic War Game and Competitions dan Camp JATIDIRI. yang inshaAllah menambah ukhuwwah dan ilmu para peserta kegiatan.
"Terima kasih kepada panitia LYC2011 yang telah mempersembahkan kegiatan akhir semester yang menyenangkan, terima kasih juga atas kerja kerasnya. Mohon makanannya ditambah lagi...", Kata Faiz Bagus Yudha salah seorang peserta LYC2011 termuda pada tahun ini.
Semoga LYC2011 ini memberikan gebrakan terhadap jiwa-jiwa pemimpin yang ada disetiap individu Muslim untuk mengemban amanah besar untuk mewujudkan izzul Islam wal Muslimin. terima kasih kepada para instruktur dari Koorwil Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah. Ayo! Sertai Pelajar Islam Indonesia Kabupaten Pati di Leadership Youth Camp 2012!
Pati, 8 Mei 2011; Sebuah refleksi diri ketika Pelajar Islam Indonesia (PII) sudah berusia 64 tahun, seberapa besarkah PII sudah ikut andil dalam mewujudkan Izzul Islam wal Muslimin? Bagaimanakah kualitas kader PII?
Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia Kabupaten Pati mengambil tema "Karena PII untuk Semuanya" diimana kami menekankan bahwa PII bukanlah organisasi yang bersifat eksklusif yang berarti organisasai yang sifatnya hanya mengkader dalamnya. Selari dengan visi dari PD PII Pati yaitu Memasyarakatkan Islam, Mengislamkan Masyarakat dimana kami menyadari bahwa PII adalah milik masyarakat, karena itu PII sebagai alat perjuangan umat Islam untuk meraih izzul Islam wal muslimin harus diupayakan dan disungguhkan.
Mengingat bahwa kondisi dakwah di Indonesia yang semakin dipojokkan oleh oknum-oknum yang tidak senang terhadap Islam seperti halnya isu NII (Negara Islam Indonesia) yang di seluruh media massa baik cetak maupun elektronik mengulasnya dan tidak sedikit orang tua mulai was-was ketika anak-anaknya belajar dienul Islam, aktif dalam pergerakan Islam, karena kondisi pemojokan Islam yang semakin jelas.
Adanya hampir kesamaan nama antara PII dan NII membuat kami segera bertindak untuk mengumpulkan segenap keluarga besar, orang tua pengurus, para pengurus daerah dan tokoh masyarakat agar PII tetap eksis mengawal masyarakat untuk menuju kehidupan yang diredhai Allah menuju kehidupan sesuai syariat Islam.
Ustaz Mustaqim selaku ketua penasihat PD PII Pati, memberikan penerangan tentang segala isu yang dikembangkan oleh oknum-oknum yang sengaja mendramatisir kasus-kasus tersebut, karena inshaAllah jalan tersebut ada hikmahnya.
Bumiayu, 21-24 April 2011; Konferensi Wilayah (KONWIL) XXVI dilaksanakan di Bumiayu, Brebes selama 3 hari. KONWIL XXVI tersebut dihadiri 8 (delapan) dari 12 (dua belas) Pengurus Daerah (PD) Pelajar Islam Indonesia (PII) se-Jawa Tengah juga Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia tingkat Pusat hadir dalam Konferensi tersebut.
KONWIL merupakan agenda yang dilaksanakan Pengurus Wilayah seiap akhir periodenya atau 2 tahun sekali, dimana bertujuan untuk melakukan regenerasi kepengurusan untuk melanjutkan estafet perjuangan untuk menciptakan kehidupan Islam di Indonesia. Diharapkan dengan telah diselenggaranya KONWIL XXVI ini Pelajar Islam Indonesia khususnya wilayah Jawa Tengah untuk meningkatkan program-programnya dalam upaya untuk memajukan peradaban umat dan kejayaan Islam.
Pada KONWIL XXVI kali ini Aji Aflakhi diamanahi sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah bersama Muhammad Irsyah Faiz sebagai Komandan Koordinator Wilayah Brigade PII Jawa Tengah.
Pati, 3 Mei 2011; Sesuai kesepakatan ketika KONDA XXVII Pelantikan Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia dilaksanakan 2 (dua) pekan selepas KONDA XXVII. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Islamic Center Masjid Raya Baitunnur Kota Pati yang dilaksanakan secara sederhana dan dihadiri oleh para keluarga besar PD PII Pati serta Pengurus Wilayah PII Jawa Tengah.
"Merupakan tugas berat untuk mengemban amanah yang besar seperti ini, semoga ini adalah rahmat...mohon kerjasamanya teman-teman..." Kata Fatchul Wachid selaku Ketua Umum PD PII Pati periode 2011-2012 yang dilantik.
"Saya melihat secara aqidah mereka sangat bagus, karena akan mempengaruhi komitmen dan semangat serta kemurnian perjuangan. Namun juga dibutuhkan kerjasama yang bagus pula antara pengurus dan keluarga besar agar perjalanan yang pendek ini dapat berjalan dengan penuh rahmat." Kata Bapak Khayun selaku Ketua Keluarga Besar PD PII Pati.
Disela-sela pelantikan PD PII Pati, juga disi oleh sedikit pesanan yang disampaikan oleh Ustaz Mustaqim selaku Ustaz Pembina Tafsir PD PII Pati. InshaAllah dengan resminya kepengurusan ini segalanya akan diredhai oleh Allah untuk mewujudkan visi PD PII Pati;
"MEMASYARAKATKAN ISLAM, MENGISLAMKAN MASYARAKAT"
Segenap pengurus juga mengucapkan terima kasih kepada Tn. Muhammad Irsyam Faiz dan Pn. Rahma selaku pelantik pengurus daerah kabupaten Pati
Pati, 12-13 Maret 2011; Konferensi Daerah XXVII Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Pati dengan lancar dilaksanakan di Kompleks Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Abu Bakar Ash Sidiq Pati. Konferensi Daerah XXVII atau yang kemudian disebut dengan KONDA XXVII PD PII Kabupaten Pati ini dihadiri oleh 20 orang peserta, diantaranya adalah peninjau dari Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah yaitu Tn. Halim dan Pn. Ilma Nafia serta dari Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Rembang dan Jepara dan Pengurus Harian ROHIS Al-Izzah SMA Negeri 1 Pati dan Keluarga Besar PD PII Pati.
KONDA XXVII ini bertujuan untuk melakukan proses pergantian kepengurusan PD PII Pati yang telah lama belum mengalami pergantian kepengurusan, dengan harapan agar PD PII Pati hidup kembali dan tetap eksis menyebarkan dakwah salaf, serta mengislamkan masyarakat.
Selain acara KONDA XXVII yang bersifat resmi atau formal dimana persidangan adalah menu utama, Steering Committee menambahkan menu taklim yang diisi oleh Ustaz Mustaqim selaku Ustaz pengajian tafsir PD PII Pati, serta Jalinan Ukhuwwah antar pengurus sehingga diharapkan antar pengurus melalui proses ini terjalin ukhuwwah yang erat dan harmonis.
Dalam proses keberlangsungan KONDA XXVII, Sdr. Fatchul Wachid, Sdr. Afiq Herdika dan Sdr. Mohammad Nurhafid dipilih sebagai Presidium tetap atau Pimpinan Sidang tetap KONDA XXVII PD PII Kabupaten Pati yang kesemua orang tersebut tentunya belum pernah meminpin KONDA. Dalam proses pemilihan Anggota Formatur dan Ketua Formatur/Ketua Umum yang dipimpin oleh Panitia Pemilihan yang diketuai oleh Sdr. Fikri Azmi, Sdr. WahidImam Darmawan dan Sdr. Mohammad Fajar tidak menggunakan sistem voting atau pemilihan dengan suara terbanyak tetapi menggunakan musyawarah sesuai syariat.
Dalam KONDA XXVII tersebut secara resmi Sdr. Fatchul Wachid diamanahi sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah periode 2011-2012. Semoga Fatchul Wachid dapat menjalakan amanah tersebut dengan bijaksana dan senantiasa dalam lindungan Allah azza wa jalla.