Kami Anak Anak PII:

Pelajar Islam Indonesia. Berjiwa Kepemimpinan, Berfikir Kritis, Cerdas, Cendikia,Dan Militan

Tampilkan postingan dengan label Sambutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sambutan. Tampilkan semua postingan

7 Jan 2012

Pandangan PD PII Kabupaten Pati Mengenai Kasus Syiah di Sampang, Madura


Kompleks Pesantren sekte syi'ah tersebut berada di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang - Madura. Hari kamis (29/12/2011) sekitar pukul 09.30 WIB dibakar oleh para penduduk setempat. Massa membakar mushalla, madrasah, asrama dan rumah imam Tajul Muluk atau pemimpin Syi'ah Sampang yyang bernama Tajul Muluk. Warga merasa terusik dan terganggu serta tidak suka dengan keberadaan pesantren Syi'ah di desa tersebut. Data resmi dari POLDA Jawa Timur menyebutkan bahwa tidak hanya pesantren, musholla yang dibakar namun beberapa rumah warga Syi'ah juga turut dibakar. Para penganut Syi'ah di Sampang, Madura dianggap Provokatif. Warga mengaku geram dengan kelakuan para penganut Syi'ah yang dianggap warga memiliki ajaran sesat yang tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah dan malah mereka melakukan dakwah door to door kepada warga sekitar. Sebenarnya kasus ini pun sudah berlaku sejak lama, namun berhasil diredam oleh aparat keamanan setempat.

Sebenarnya ada apa dengan Syi'ah? Sesatkah?

Berikut adalah pernyataan ummat ahlussunnah tentang Syi'ah begitupun dengan Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Pati.


PERNYATAAN SIKAP BERSAMA AHLUSSUNNAH INDONESIA

Kami Ahlussunnah Indonesia menyatakan sikap bersama tentang keberadaan Syi’ah Imamiyyah Itsna ’Asyariyyah di Indonesia sebagai berikut:
MENIMBANG

1. Ajaran Ahlussunnah adalah Ajaran dan jalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan Sahabatnya hingga hari kiamat. (Qs An-Nisa’ 115 dan Al-Hasyr 7)

2. Siapapun yang tidak sesuai dan bahkan menyelisihi Ahlussunnah wal Jama’ah, berarti menyelisihi kebenaran, maka dia tersesat. (Qs. Yunus: 32 dan Al-An’am 55)

3. Ahlussunnah meyakini bahwa Al-Qur’anul Karim adalah Kitab yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetap terjaga dari penambahan dan pengurangan hingga hari kiamat (Qs Al-Hijr 9). Sedangkan Syi’ah meyakini bahwa Al- Qur’an yang ada terdapat pengurangan dan tidak otentik.

Ulama besar Syi’ah Husein bin Muhammad Taqi An Nuri At Tabarsi dalam kitabnya “Fashlul Khithob fi Itsbat Tahrif Kitab Rabbil arbab” berkata: “Ahlun Naqli Wal Atsar dari kalangan khusus (Syi’ah) dan umum (Ahlussunnah) sepakat bahwa Al-Qur’an yang di tangan umat Islam saat ini bukanlah Al-Qur’an seutuhnya”.

Dan Al-Qur’an versi Syi’ah disebut dengan mushhaf Fathimah berjumlah 17.000 ayat dan akan dibawa oleh Imam Mahdi (Al-Kafi juz, 2 hal. 597, cet Beirut dan Faslul Khithab hal 235).

4. Syi’ah menyelisihi Ahlussunnah dalam rukun iman. Ahlussunnah meyakini Rukun Iman ada Enam yaitu Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman Kitabkitab Allah, Iman kepada para Rasul Allah, Iman kepada Hari Kebangkitan, dan Iman kepada Qadar-Nya, baik ataupun buruk. Sedangkan Syi’ah meyakini bawa Rukun Iman ada 5 yaitu At Tauhid, An-Nubuwwah, Al-Imamah, Al-Adl, Al-Ma’ad.

5. Syi’ah menyelisihi Ahlussunnah dalam rukun Islam. Ahlussunnah meyakini Rukun Islam ada 5 yaitu dua kalimat Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji. Sedangkan Syi’ah meyakini bawa Rukun Islam ada 5 yaitu Shalat, Puasa, Zakat, Haji, dan wilayah, bahkan Al-wilayah lebih utama di banding rukun Islam lainnya dalam kitab Ushul Kafi.

6. Ahlussunnah telah sepakat bahwa Manusia yang terbaik dari umat ini setelah Rasulullah adalah Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq dan Sayyidina Umar radhiyallahu ‘anhuma. Sedangkan menurut Syi’ah mereka berdua adalah kafir dan dilaknat oleh Allah, para malaikat dan manusia. (Al-Kafi juz 8 hal. 246, Haqqul Yaqin hal. 367 dan 519)

7. Ahlussunnah sepakat bahwa Mut’ah hukumnya Haram. Sedang Syi’ah menghalalkan Mut’ah.

8. Ahlussunnah meyakini bahwa ‘Ishmah (kema’shuman) hanya dimiliki oleh para Nabi dan Rasul. Sedangkan Syi’ah meyakini bahwa ‘Ishmah juga dimiliki oleh para Imam yang dua belas mereka.

9. Syi’ah Imamiyyah Itsna ‘Asyariyah telah berdusta atas nama ahlul bait dalam hal menetapkan pokok-pokok ajaran.

10. Ahlussunnah di mata orang Syi’ah adalah kafir (Murtad), anak zina, halal darah dan hartanya.

11. Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi’ah sebagai berikut: Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia. Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah” (pemerintahan)”, Majelis Ulama Indonesia mengimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah.

12. Surat Edaran Departemen Agama Nomor D/BA.01/4865/1983, tanggal 5 Desember 1983 perihal “Hal Ikhwal Mengenai Golongan Syi’ah.”

13. Pada poin ke-5 tentang Syi’ah Imamiyah (yang di Iran dan juga merembes ke Indonesia, red) disebutkan sejumlah perbedaannya dengan Islam. Lalu dalam Surat Edaran Departemen Agama itu dinyatakan sbb: “Semua itu tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. Dalam ajaran Syi’ah Imamiyah pikiran tak dapat berkembang, ijtihad tidak boleh. Semuanya harus menunggu dan tergantung pada imam. Antara manusia biasa dan Imam ada gap atau jarak yang menganga lebar, yang merupakan tempat subur untuk segala macam khurafat dan takhayul yang menyimpang dari ajaran Islam.” (Surat Edaran Departemen Agama No: D/BA.01/4865/1983, Tanggal: 5 Desember 1983, Tentang: Hal Ikhwal Mengenai Golongan Syi’ah, butir ke 5).

MENYATAKAN

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas dan pandangan dari para narasumber, yang mewakili ormas-ormas Islam, mengambil kesimpulan dan menyatakan bahwa:

1. Ahlussunnah tidak dapat dipersatukan dengan Syi’ah, karena berbeda dalam Ushuluddin (Aqidah/Tauhid).

2. Syi’ah berbahaya bagi agama, bangsa dan negara.

3. Mendesak MUI untuk mengeluarkan fatwa lagi tentang sesatnya Syi’ah secara tegas.

4. Mendesak Pemerintah agar melarang Syi’ah dan aktivitasnya di seluruh wilayah Indonesia, agar tidak timbul konflik seperti di Irak, Yaman, Pakistan dan Negara lain.

5. Kami Ahlussunnah (Muslimin Indonesia) sangat menolak keras MUHSIN (Forum Ukhuwah Sunni-Syi’ah Indonesia) yang digagas beberapa waktu yang lalu oleh aktivis-aktivis Syi’ah dan oknum yang mengatasnamakan Muslimin Indonesia di Jakarta.

Jakarta, Jum’at 8 Rajab 1432 H/10 Juni 2011
AHLUSSUNNAH INDONESIA

Yang Membuat Pernyataan,

PP Muhammadiyah
(Agus Tri Sundani)
Nahdlatul ‘Ulama
(M. Idrus Ramli)

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII)
(Amlir Syaifa Yasin)

Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI)
(KH. A. Cholil Ridwan, Lc.)

Persis (Persatuan Islam)
(Tiar Anwar Bakhtiar)

Perhimpunan Al-Irsyad
(Aminullah)

Al-Bayyinat
(Achmad Zein Alkaf)

Lembaga Tarbiyah Islamiyyah
(Arif Munandar R.)

Gema Salam
(Abdurrahman Humaidan)

Pemuda Al-Irsyad Al-Islamiyah
(Fahmi.B.)

Hidayatullah
(P Gadiman Djojonegoro)

Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (HASMI
(Aby Fadel)

KOEPAS
(M Rizal.S)
PP. Jum’iyyah An-Najat 
(Muhammad Faisal, S Pd. M.MPd)

PP. Jam’iyah Ukhuwah Islamiyah 
(Abdul Malik Akbar)

Namun, ternyata beberapa ormas dan pimpinan Majelis Ulama' Indonesia (MUI) sendiri menyatakan bahwa Syi'ah tidak sesat.  yaitu salah satunya oleh Umar Shihab

"MUI tidak pernah menyatakan bahwa Syiah itu sesat. Syiah dianggap salah satu mazhab yang benar sama halnya dengan ahli sunnah wal jama'ah ialah mazhab yang benar dan mazhab dua tersebut sudah ada sejak awal Islam," katanya saat ditemui okezone di kediamannya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (1/1/2012).
"Kita menginginkan ukhuwah islamiyah dan jangan antara kita saling menyesatkan. Mungkin adanya (insiden pembakaran) karena adanya provokator yang menyatakan bahwa ajaran syiah itu sesat," ujarnya.
Ajaran Syiah, tegas dia, sudah diakui di dunia islam sebagai mazhab yang benar sampai saat ini. "Karena itu jangan kita membuat peryataan yang bisa mengeluapkan gejolak di tengah-tengah masyarakat kita dan bisa menyebabkan korban, korban harta dan lain-lain," tutupnya.
Namun, pendapat PD PII Kabupaten Pati menyatakan bahwa Syi'ah adalah aliran SESAT dan MENYESATKAN. karena sangat menyimpang dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah serta pendapat para ulama' salafus salih.

baca : http://piipati.blogspot.com/2011/09/bahaya-syiah-kepada-islam.html
baca : http://piipati.blogspot.com/2011/09/apakah-iran-anak-buah-yahudi-dimanakah.html

3 Sep 2011

Sambutan Aidil Fitri "Kemenangan Yang Dijanjikan"

Pada setiap tahun manusia yang beragama Islam menyambut hari raya AidilFitri di seluruh dunia pada 1 Syawal, Allah memberi ganjaran kepada umatnya yang telah mengharungi Ramadhan dengan sepenuh jiwa ada juga yang leka dengan dunia. Sedar ataupun tidak Ramadhan telah meninggalkan kita, sedih bagi mereka yang tidak mengambil manfaat dan bergembira bagi mereka yang mengutip bekalan dan mutiara yang ada di dalamnya. Moga–moga Allah menerima setiap amalan yang dilakukan.

Para sahabat radhiallahuanhum apabila mereka bertemu sesama mereka di hari raya, mereka akan mengucapkan sesama mereka, "Taqabbalallahu minna wa minkum."- (Moga Allah menerima ibadat yang dikerjakan dari kami dan dari anda) Ramai di kalangan kita lupa apakah maksud kemenangan yang dijanjikan Allah kepada hambanya di hari raya. Ia seolah-olah merdeka dari belenggu sekatan makanan, akan tetapi pada hakikatnya ia adalah melawan hawa nafsu dan kehendak diri. Sejarah memperlihatkan kepada kita banyak peperangan berlaku pada bulan Ramadhan, ini membuktikan kaitan sahabat pada zaman dahulu berperang melawan musuh dan Allah memberi kemenangan pada mereka. Jika diri kita tidak mampu melawan hawa nafsu bagaimana untuk berperang di jalan Allah? Ketahuilah kemenangan hakiki adalah dengan menegakkan daulah di muka bumi ini.


Firman Allah SWT, "Dan orang-orang kafir sebahagian mereka saling membantu sebahagian yang lain. Sekiranya kamu tidak melakukan seperti itu (saling bantu membantu) nescaya akan berlaku huru-hara di muka bumi dan kerosakan yang besar." (Al-Anfal:7)


Pernahkah kita terfikir amalan yang kita lakukan di bulan Ramadhan sebenarnya merupakan titik tolak dalam menyediakan diri untuk menjadi pemimpin pada masa hadapan? Hari raya menjadi tanda sama ada amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan berterusan atau berhenti pada 1 Syawal sahaja dan menjadi bukti sama ada kita mampu menjadi pemimpin atau tidak. Hal ini saya lontarkan khusus buat mereka yang berada di Lembah Kapur Utara. Kita dikelilingi ilmu sejak berkurun lamanya, wajib atas kita untuk mempelajarinya tanpa erti jemu. Seorang pemimpin perlu memiliki ilmu yang bermanfaat buat dirinya dan masyarakat. Juga perlu memiliki bekalan amal ibadah yang benar-benar mantap dengan mendekati Tuhan yang Maha Esa untuk menghadapi masyarakat yang penuh kejahilan.
Firman Allah SWT, "Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, Dia akan menjadikan mereka pemimpin di dunia ini seperti Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka pemimpin." (An-Nur: 55)


Ramadhan mengajar kita bersatu dalam setiap perkara. Semua manusia berjihad melawan hawa nafsu di siang hari menahan kelaparan dan di malam hari solat tarawih bersama-sama. Islam mengajar kita hidup bersatu untuk meraih kejayaan, begitu juga pada hari raya, umat islam bertakbir bersama-sama melaungkannya dengan penuh semangat dan solat sunat AidilFitri bersama-sama. Ini membuktikan bahawa Allah menjanjikan kemenangan kepada umat Islam jika mereka bersatu di dalam landasan aqidah. Dengan penyatuan umat maka tertegaklah daulah di muka bumi ini.
 
Firman Allah SWT, "Dan berpegang teguhlah kamu dengan tali Allah, dan jangan kamu berpecah belah. Kamu ingatlah nikmat Allah ke atas kamu ketika kamu bermusuhan lalu Allah mentautkan hati-hati kamu, lalu dengan nikmatNya kamu menjadi bersaudara." (Ali Imran: 103)


Rakan-rakan pelajar-pelajar Islam di Lembah Kapur Utara, Saya mewakili ahli-ahli PD Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Pati mengucapkan "Selamat hari raya AidilFitri‘ kepada semua pelajar dan rakyat Indonesia serta umat Islam di mana pun berada. Maaf zahir batin."

Sekali lagi AidilFitri datang membawa saat gembira dan suka bagi umat Islam. Datangnya sebagai lambang kejayaan bagi umat Islam kerana berjaya mengharungi sebulan Ramadhan dengan berlapar dahaga di siang hari dan beribadah sebanyak mungkin pada malamnya.
Sabda Rasulullah SAW, "Rugilah bagi sesiapa yang telah merugikan (Ramadhan), dan untunglah bagi sesiapa yang berjaya (memanfaatkan Ramadhan)." 

Ibadah berpuasa juga secara tidak langsung membawa mesej kepada dunia; umat Islam akhir zaman masih lagi berpegang teguh dengan perintah Allah SWT dengan kemampuan mereka melaksanakannya dalam suasana Islam ditindas di seluruh pelosok alam. Masih wujud kelompok (thoifah) yang memenangkan kebenaran dan mereka akan selamanya muncul sehingga Hari Kiamat. Sinar Islam pasti kembali suatu hari nanti.

Hadis: "Akan senantiasa ada di antara umatku suatu kelompok yang tampil membela kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menghina (tidak menolong) mereka sehingga datang ketetapan Allah, sedang mereka tetap dalam keadaan demikian." (HR Muslim)


Hari raya juga merupakan hari umat Islam mempamerkan kekuatan persaudaraan Islam yang terjalin erat dengan simpulan aqidah. Ibadah solat sunat AidilFitri disunatkan untuk didirikan di tanah lapang supaya semangat kebersamaan itu lebih dirasai. Umpama satu perarakan ketenteraan yang perkasa dan tersusun. Laungan takbir beramai-ramai dengan suara yang nyaring merupakan simbolik seolah-olah kita sedang meraikan kemenangan yang agung dan suci. Marilah kita hayati erti takbir dan maani yang terkandung di dalamnya. Kita membenarkan dengan iman yang mendalam bahawa Allah Maha Besar. Allah adalah matlamat akhir setiap Muslim. Kita juga menyaksikan risalah Tauhid adalah misi besar setiap Muslim dalam kehidupannya. Kita mahu menuju ubudiyyah total kepada Allah SWT dalam segenap aspek meliputi aqidah, ibadah, akhlak dan agenda perjuangan. Keikhlasan dan tajarrud sebagai dua syarat utama yang seharusnya kita semua penuhi jika ingin mendaulatkan Islam sebagai tunjang perjuangan.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus dalam kalangan tiap-tiap umat seorang Rasul (dengan memerintahkannya menyeru mereka): Hendaklah kamu menyembah Allah dan jauhilah taghut." (An-Nahl: 36)


Kita yakin dan mengimani Allah SWT akan membenarkan janjinya kepada para hambaNya yang soleh dan beriman serta berjuang. Sejarah Perang Ahzab akan berulang semula. Tentera muslimin yang diketuai oleh Rasulullah SAW menghadapi gabungan raksasa tentera dunia; hampir-hampir mustahil untuk menang. Namun, akhirnya kemenangan daripada Allah SWT datang selepas para muslimin bersatu di atas dasar aqidah dan diperkukuhkan dengan benteng ukhuwwah Islamiah. Mereka memahami wala‘ hanya untuk Allah, RasulNya dan semua muslimin. Tiada tentera atas muka bumi yang mampu mengalahkan pasukan pejuang yang menjadikan Rasulullah sebagai Ketua dan Qudwah.

"Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik, iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan (keredaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat, serta dia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak (dalam masa susah dan senang)." (Al-Ahzab: 21)


Semua maani-maani yang hebat ini diulang-ulang oleh semua umat Islam mulai malam raya hingga saat Imam mengetuai solat sunat AidilFitri. Persoalan yang perlu dijawab: Adakah kita menghayatinya dan beramal atas laungan takbir tersebut? Sesungguhnya lafaz tersebut menggerunkan hati musuh Islam dan menggegarkan setiap satu kuasa taghut yang masih berdiri di atas bumi Allah.


Kenapa kandungan takbir raya seperti ini? Jawapannya, ingin mengingatkan semua umat Islam bahawa kejayaan berjihad melawan hawa nafsu hanya sebagai salah satu tangga-tangga dalam Kamus Jihad‘ yang luas. Ia sebagai pemula yang seharusnya dikekalkan dan disusuli dengan jihad-jihad yang lain. Ini juga memberikan satu kefahaman yang jelas bahawa kemenangan hakiki adalah pada harinya kita meraikan detik Islam menguasai dan memegang tampuk pemerintahan dunia. Itulah hari raya yang kita tunggu saat kedatangannya dengan amal dan usaha yang berterusan dan kesabaran para ulul azmi dari kalangan Rasul-Rasul.

Ini dia agenda kita bersama. Tapi, bagaimana semuanya bermula? Ia bermula dengan kita mengembalikan jati diri Islam yang semakin hilang dalam peribadi bangsa Indonesia beragama Islam di tanah air kita. Jati diri Muslim sejati yang sejahtera aqidah dan kuat ibadah. Kita mahukan muslim yang bertubuh kuat dan mampu melawan hawa nafsunya. Juga seorang yang menjaga waktu, menyusun urusan kehidupan harian dengan sistematik. Kita juga mahu membina kehendak kendiri yang kuat serta mampu berdikari dan mereka akan memberi manfaat kepada bangsa, negara dan Islam. Ayuh, pelajar-pelajar Islam di Pati! Kita menyediakan persiapan yang lengkap untuk kembali berkhidmat di Indonesia nanti.

Selamat Hari Raya AidilFitri, Maaf Zahir Batin.
| Memasyarakatkan Islam, Mengislamkan Masyarakat | @www.piipati.tk 
Fatchul Wachid (Ketua Umum PD PII Kabupaten Pati)

1 Agu 2011

Selamat Menyambut Ramadhan 1432 H

Salam Ramadhan Mubarak,
Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Pati mengucapkan Selamat Menyambut Bulan Ramadhan al-Mubarak 1432H kepada seluruh muslimin dan muslimat di setiap pelusuk negeri tercinta ini. PD PII Kabupaten Pati menyeru agar kita sama-sama berganding bahu berusaha menyemarakkan Ramadhan kali ini dengan amalan-amalan soleh. Mudah-mudahan segala amalan kita semua diterima Allah. Amien.

Teruskan ikuti program-program PD PII Kabupaten Pati di laman ini bagi sepanjang Ramadhan tahun ini. Insya Allah akan diwar-warkan dari semasa ke semasa. Ayo kita semarakkan B.A.D.A.R!! (Bangkitkan Amal Di Awal hingga Akhir Ramadhan!!)
Taqabballallahu Minna wa Minkum..
Kullu A’amin wa Antum Bikhair..

Copyright @ 2013 PII Pati. Designed by Templateism | Love for The Globe Press